19,20, 21
Aku yang menepi
dari-MU
tangis yang tak henti
batin yang menghentak protes
aku tak mampu menghindar
antara kenyataan dan kemustahilan
jiwa yang terisi badai tipis,
yang merobek sujudku kepadaMU
19,20,21
badai tipis berlapis debu hitam
setan menari ditelingaku
dikepalaku
mengucurkan air kehidupan
yang melepas suciku
ketika aku tegak di depanMU
19,20,21
lagitku kelabu
tanahku menjadi lumpur
aku
menjadi yang bukan aku
19,20,21
hatiku yang selalu bersamaMU
menjadi penyelamat sujudku
menipis setan-setan yang terus menyeruak ke telingaku
saat aku tegak berdiri di hadapanMU
Robb, ampuni aku
ampuni pula dirinya
seluas pintu maaf milikMU
Robb
mantapkan dan tegakkan hati kami
berada di tengahMU
dengan dzikir
yang selalu tertaut
.........................................
Palembang, 21 Oktober 2007
untuk: aku dan seseorang di tengah perjalananku
Minggu, 21 Oktober 2007
Langganan:
Komentar (Atom)